Teori Soviet Komunis
Teori ini mengatakan bahwa kepemiikan pers dipegang sepenuhnya oleh pemerintah, dan pemerintahan tersebut di dominasi oleh partai-partai yang berkuasa. Tidak semua orang atau instansi masyarakat dapat menggunakan media. Dalam hal ini pers hanya sebagai alat bagi Negara untuk melakukan propaganda-propaganda kepada rakyat. Dengan system pemerintahan yang seperti itu, pers dilarang menyinggung, bahkan mengkritik segala hal yang berhubungan dengan kepentingan partai dan kebijakan-kebujakan yang terkait. Partai Komunis memiliki kekuatan organisasi ini. partai tidak hanya menylipkan dirinya sendiri ke posisi pemimpin massa dalam pengertian yang sesungguhnya, Partai menciptakan massa dengan mengorganisirnya dengan membentuk organ-organ akses dan kontrol yang merubah sebuah populasi tersebar menjadi sebuah sumber kekuatan yang termobilisir. Dengan kata lain sistem pers seperti ini mempunyai ciri adanya tanggung jawab yang dipaksa.Jumat, 10 Juli 2009
Teori Pers Tanggungjawab Sosial
Teori ini diberlakukan sedemikian rupa oleh beberapa sebagian pers. Teori Tanggungjawab sosial mengasumsikan bahwa kebebasan, mengandung didalamnya suatu tanggung jawab yang sepadan dan pers yang telah menikmati kedudukan terhormat dalam pemerintahan, harus bertanggungjawab kepada masyarakat dalam menjalankan fungsi-fungsi penting komunikasi massa dalam masyarakat modern. Asal saja pers tau tanggungjawabnya dan menjadikan itu landasan kebijaksanaan operasional mereka, maka system libertarian akan dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Jika pers tidak mau menerima tanggungjawabnya, maka harus ada badan lain dalam masyarakat yang menjalankan fungsi komunikasi massa. Pada dasarnya fungsi pers tanggungjawab social sama dengan fungsi pers dalam teori Libertarian.
Dalam Teori ini digambarkan ada enam tugas pers :
1. Melayani sistem politik dengan menyediakan informasi, diskusi dan perdebatan tentang masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.
2. Memberi penerangan kepada masyarakat, sedemikian rupa sehingga masyarakat dapat mengatur dirinya sendiri.
3. Menjadi penjaga hak-hak perorangan dengan bertindak sebagai anjing penjaga yang mengawasi pemerintah.
4. Melayani system ekonomi dengan mempertemukan pembeli dan penjual barang atau jasa melalui medium periklanan.
5. Menyediakan hiburan
6. Mengusahakan sendiri biaya financial, demikian rupa sehingga bebas dari tekanan-tekanan orang yang punya kepentingan.Kelebihan & kelemahan Teori Otoritarian n Libertarian
Kelbihan dan Kelemahan Teori Pers Otoritarian dan Libertarian :
Teori Pers Otoritarian
Kelebihan dari teori ini adalah dimana kekuasaan dipegang sepenuhnya oleh pemerintahan, sehingga mudah membentuk dan meyakinkan masyarakat terhadap beberapa hal yang berhubungan dengan kemajuan negara. Selain itu segala bentuk pemberitaan yang harus keluar melalui media adalah pemberitaan yang telah disaring dan melalui pengawasan yang ketat, sehingga apa yang diberitakan tidaklah semua yang ada, melainkan hanya beberapa yang bersifat positif dan tidak memberatkan pihak-pihak yang berkepentigan.
Sedangkan kelemahan dalam teori ini diantaranya adalah semua orang tidak bisa menggunakan media massa secara bebas, media massa hanya bisa digunakan oleh pihak-pihak yang memiliki lisensi atau aten dari para penguasa di negara tersebut. Hal ini menunjkan betapa kebebasab berekspresi dari setiap orang sangat ditekan, sehingga pers sangat menjadi otoritarian. Selain itu dengan adanya teori ini memaksa media untuk menyajikan informasi tanpa disertai bukti-bukti yang kuat.
Teori Pers Libertarian
Yang menjadi kelebihan dalam teori ini adalah media massa merupakan alat untuk mengawasi pemerintah dan memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga masayrakat memiliki kebebasan dam berekspresi dan menyatakan pendpat melalui media massa. Keanekaragaman informasi akan lebih terlihat dalam teori pers ini. Pers juga dapat memiliki bukti-bukti yang kuat dalam setiap informasi yang di sampaikannya. Teori pers Libertarian menjadikan media berfungsi sebagai kontrol sosial. Sehingga sangat mempengaruhi pemerintah dalam menentukan kebijakan demi masyarakatnya.
Kekurangan dalam teori pers ini hanyalah bahwa dalam suatu Negara dapat mudah muncul perselisihan atau konflik (baik internal maupun eksternal), karena kebebasan yang diterapkan oleh pemerintah. Pemerintah juga tidak mempunyai hak besar untuk mengatur masyarakatnya, karena dianggap sebagai Negara yang demokratis. Dengan kata lain, pemerintah sulit mengontrol kondisi sosial dalam masyarakat.
